PADANG — Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 yang jatuh pada 1 Juni 2026 dimaknai secara mendalam oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Momentum bersejarah tersebut menjadi sarana untuk memperkuat komitmen kebangsaan, memperkokoh persatuan, sekaligus meneguhkan semangat pelayanan kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.
Dalam peringatan yang sarat makna itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakil Direktur Lalu Lintas AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan pesan kebangsaan yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Menurut Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang tercantum dalam konstitusi, melainkan pedoman hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dinilai sangat relevan dengan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengabdian Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menjaga rasa aman, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat. Karena itu, setiap personel kepolisian dituntut mampu mengimplementasikan nilai kemanusiaan, keadilan, serta semangat persaudaraan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari Pancasila juga tercermin dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Kesadaran mematuhi aturan, menghormati hak pengguna jalan lain, serta menjaga keselamatan bersama merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk terus menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi, arus informasi, dan perubahan sosial. Menurutnya, kekuatan Indonesia terletak pada kemampuannya merawat keberagaman dalam bingkai persatuan.
“Menjaga persatuan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk membangun kedisiplinan, saling menghormati, serta mematuhi aturan demi kepentingan bersama,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro menilai semangat nasionalisme harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang menjaga kokohnya Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
AKBP Yudho Huntoro juga menyampaikan komitmen Ditlantas Polda Sumbar untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang modern, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Pesan kebangsaan tersebut turut dituangkan dalam desain visual ucapan Hari Lahir Pancasila yang dirilis Ditlantas Polda Sumbar. Nuansa merah putih mendominasi tampilan dengan latar Garuda Pancasila yang menggambarkan kekuatan, persatuan, dan semangat kebangsaan.
Visual tersebut juga menampilkan siluet Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, saat menyampaikan gagasan lahirnya Pancasila. Kehadiran tokoh proklamator bangsa itu menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah serta pengingat akan perjuangan para pendiri negara dalam membangun fondasi Indonesia.
Sentuhan cahaya keemasan yang berpadu dengan desain modern memperkuat kesan patriotisme dan optimisme, sekaligus menggambarkan semangat pengabdian aparat negara dalam menjaga keutuhan bangsa. Sementara keberadaan Monumen Nasional pada latar visual menjadi simbol perjuangan yang terus diwariskan kepada generasi penerus.
Ditlantas Polda Sumbar menilai bahwa penguatan ideologi Pancasila harus dilakukan secara berkelanjutan, dimulai dari lingkungan keluarga, dunia pendidikan, masyarakat, hingga institusi pemerintahan. Dengan demikian, nilai toleransi, persaudaraan, dan cinta tanah air dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter bangsa.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila ke-81, Ditlantas Polda Sumbar berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga harmoni sosial semakin meningkat. Selain itu, budaya tertib berlalu lintas juga diharapkan tumbuh sebagai cerminan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap keselamatan sesama.
Komitmen tersebut akan terus diwujudkan melalui berbagai program edukasi keselamatan berkendara yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Langkah itu dinilai penting untuk menciptakan budaya lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan beradab.
Bagi jajaran Polri, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat integritas, loyalitas, dan dedikasi dalam menjalankan amanah negara. Semangat yang diusung tidak hanya menegaskan peran Polri sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga persatuan dan perekat kebangsaan.
Dengan mengusung pesan bahwa Pancasila adalah jiwa bangsa sekaligus pemersatu seluruh rakyat Indonesia, Ditlantas Polda Sumbar mengajak masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai kebersamaan demi mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan harmonis.
EYS
